Pages

Ciblek Ilalang (Cininin)

Ciblek Ilalang (Cininin), begitulah orang menyebutnya. Burung jenis ini merupakan salah satu pendatang baru yang telah meramaikan dunia kicau mania saat ini.

Membedakan Lovebird Jantan dan Betina

Banyak para penjual/peternak burung Love bird sudah menjual burunganya pada usia 3 bulan alias masih anak-anak agar kalian tidak tertipu berikut cara membedakan jenis kelamin love bird yang termasuk pekerjaan gampang-gampang susah.

Membedakan Jenis Kelamin Murai Batu

Pada dasarnya membedakan jenis kelamin murai batu tidak jauh berbeda dengan membedakan jenis kelamin jalak suren ataupun membedakan jenis kelamin cucakrawa. Berikut cara membedakan jenis kelamin murai batu.

Jenis Burung Kenari

Burung kenari ini merupakan hasil persilangan burung kenari lancashire dan burung kenari belgia. Bentuk burung ini

Menentukan Jenis Kelamin Cucak Hijau

Pecinta cucak ijo di seluruh nusantara tentu paham betul bahwa untuk membedakan cucak ijo jantan dan betina pada usia dewasa tidaklah sulit. Pendapat ini bukan mengada-ada mengingat ciri-ciri cucak ijo jantan dewasa sangat kontras

Monday, August 13, 2012

Ring Burung Import Menunjukkan Negara Asal


Kode NEGARA pada Ring Kenari Import
JERMAN :
DKB : Deutscher Kanarie und Vogelzüuchter-Bund e.V.
AZ : Vereinigung für Artenschutz, Vogelhaltung und Vogelzucht e. V.
VZE : Vereinigung für Zucht und Erhaltung einheimischer und fremdländischer Vögel

AUSTRIA :
OKB : Österreichischer Kanarienzüchter und Vogelliebhaberbund.
ROK : Rassezucht österreichischer Kleintierzüchter.

BELGIA :
AOB : Koninklijke Algemene Ornithologische Bond van België
A.Vi.Bo : Algemene Vinkeniers Bond Aviornis International
B.G.C : Belgische Grasparkietenclub
B.P.C : Belgische Postuurkanarie Club Club Belge de canaris de posture 
B.V.A : Belgische Vereniging Agapornieden
B.v.L.L : Belgische Vereniging van Lori’s en Loriculus
F.O.W : Fédération Ornithologique Wallonne
K.B.F.K : Koninklijke Belgische Federatie van Kanarieliefhebbers
K.B.O.F : Koninklijke Belgische Ornithologische Federatie
K.B.S : Koninklijke Belgische Samenwerking
F.R.B : Fédération Royale Belge de coopération
K.E.V : Kweekgroepen Europese Vogels
K.N.B.B : Koninklijke Nationale Bond van Belgie voor Waterslagers
P.F : Parkietenfederatie
W.P.C : West-Vlaamse Parkietenclub

BOSNIA-HERCEGOVINA
BH : Savez Uzgajivaca Ptica Bosna i Hercegovina

BRASIL :
FOB : Federaçao Ornitógica do Brasil

BULGARIA : 
BG : Association Bulgare d’Oiseaux Décoratifs

CANADA :
A.E.O.M : Canada Association des Eleveurs d’Oiseaux de Montréal

CHILI  :
SOCH : Sociedad Ornitologica Chilena

CHYPRUS :
Cyprus Canary Association

COLOMBIA :
FOC : Federacion Ornitologica Colombiana
A.C.R.O.C : Asociacion de Canaricultores y Ornitofilos de Colombia

KROASIA :
HR : Harvatski Ornitoloski Savez

CUBA :
A.N.O.C. : Asociacion Nacional Ornitologica de Cuba

DENMARK :
JFKK : Jydsk Fynsk Kanarieklub
DKX : Dansk Kanarieopdrætter Klub
DZK : Dansk Zebrafinke Klub

SPANYOL :
E2 : Federación Ornitológica Cultural y Deportiva Española (F.O.C.D.E.)
E3 : Federación Ornitológica Española. (F.O.E.)
E4 : Federación Ornitológica Catalana Cultural Deportiva (F.O.C.C.D.).
E5 : Federación Balear de Ornitologia (F.B.O.)
E6 : Federación Ornitológica Regional Catalana (F.O.R.C.)
E7 : Federación Ornitológica Comunidad Valenciana (F.O.C.VA.)
E8 : Federación Ornitológica Andaluza (F.O.A.)
E9 : Federación Ornitológica Regional Gallega (F.O.R.G.).
E10 : Federación Ornitológica Comunidad de Madrid (F.O.CO.MA.)
E11 : Federación Ornitológica Comunidad Murciana (F.O.C.M.)
E12 : Federación Ornitológica Comunidad Castilla la Mancha (F.O.C.C.MA.)

PERANCIS :
UOF : Union Ornithologique de France
FFO : Fedération Français Ornithologique
CDE : Club des Exotiques

INGGRIS / GREAT BRITTAIN :
IOA : International Ornithological Association COM GB
BBC : British Bird Council
CCBA : Canary Colour Breeders Association
LCA : Lizard Canary Association of Great Britain
CCC : Crested Canary Club
WFS : Waxbill Finch Society

GRÈCE :
EOO : Greek Ornithological Federation
FOP : Panellinia Omospondia Ornithologias

HONGARIA :
MDOSZ : Magyar Díszmadártenyésztõk Országos Szövetsége  
Confédération Nationale des Eleveurs d’Oiseaux d’Agrément Hongrois

IRLANDIA : 
EAO : Eire Ornithological Association COM Ireland

ISRAEL :
ILF : Israel Federation of Bird Breeders

ITALIA :
FOI : Federazione Ornicoltori Italiani
LUXEMBOURG : Fédération Luxembourgeoise d’Ornithologie

MACEDONIA :
OFM : Ornitoloska Federacija na Makedonija

ARGENTINA :
FOA

MALTE ( Malta ) :
BBA : Birds Breeders Association
MLT : Malta Cage Birds Association

BELANDA :
BEC : BEC (Belangenbehartiging Europese Cultuurvogels)
PS : Parkieten Societeit
NB : NBvV Nederlandse Bond van Vogelliefhebbers
AB : ANBvV Algemene Nederlandse Bond van Vogelhouders

PERU :
FOPE

POLANDIA :
P.F.O. : Polskiej Federacji Ornitologicznej

PORTUGAL :
FNP : Federacao Ornitologica Norte Portugal (FONP)
FPO : Federacao Portuguese Ornitologica (FPO)

SERBIA :
SRB : Savez organizacija za zastitu i odgoj ptica Srbija & Crna Gora

SLOVAKIA :
Slovensky Zväz Chovatelov Ustredny Vybor

SLOVÉNIA :
SLO : Z.D.V.V.P. Slovenije

SWISS :
CH

TCHÉQUIE ( Czechia ) :
ÈSCH : Èesky Svaz Chovatelu

TURKI :
The Canary & Cage Birds Federation

URUGUAI :
ACRU : Associacion Canaricultores Rolle

TAMBAHAN UMUM :
AAC : The Avicultural Advancement Council of Canada
AGY : Aviario Garcia Yonte
AKC : All Kyshu Canary Club  
ANB : Algemene Nederlandse Bond waterslager
ANS : AMERICAN NORWICH SOCIETY
AOB : Algemene Ornithologische Bond van Belgie
APA : Pan American Canary Culturists
ASC(AS) : American Singers Club
AWS : The American Waterslager Society
BB : mustache parrot
BFBS : The Budgerigar and Foreign Bird Society
BPC : Belgische Postuurkanarie Club
BS : red canary
CA : Central States Association
CAS : Cyprus Avicultural Society
CCA : Cyprus Canary Association
CCC : Columbia Canary Club
CCH : Chris Hardwick
CFA : International Columbus Fancy Society
CFS : Canary and Finch Society(Huston)
COM-USA : COM-USA Inc.
CS : Central States Roller Canary Association
CT : la royal canaria de tourises
DA : Dominion Roller canary Association
DAS : Durham Avicultural Society
EZ : CLUB MALINOIS VALENCIA
FBA : Florida Breeders Association
FCF : FLORIDA CANARY FANCIERS
FIS : Fife Fancy Improvement Society - Australia
FL : white/grey with yellow crest
GC : Greater Chicago Cage Bird Club
HC : Hokkaido Canary association
HCC : Hashimoto Shichoen
HCF : Honolulu Canary and Finch Club
ICA : INTERNATIONAL CANARY ASSOCIATION
IFC : International Fife Club
IGBA : International Gloster Breeders Association
ISM : Internationale Studieclub Mozaieken
JIR : Japan International Roller Canary Association
JRC : Japan Red Canary Association
KBF : Royal Belgian Federation of Canary Lovers
KCC : Kings County Canary Club
LSC : Lone Star Canary Club
MO : Blue Gold Macaw 

Sumber : kenari indonesia

Saturday, August 11, 2012

Menentukan Telur Love Bird Yang Akan Menetas

Telur Love Bird tidak menetas dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain :
  1. Telur tidak dibuahi oleh si Jantan
  2. Tidak dierami indukan
  3. Indukan mandul 
  4. Pemberian Nutrisi yang kurang mencukupi
  5. Infeksi Bakteri 
Usia telur saat menetas umumnya 21 - 25 hari setelah telur dikeluarkan oleh indukan, bila sudah melewati 25 hari dan telur tidak menetas, maka telur perlu diperiksa menggunakan senter, dengan kemungkinan:
  1. Telur Tidak ada Janin Sebaiknya telur dibuang sehingga indukan bisa produksi lagi
  2. Telur ada Janin Bisa dikembalikan kepada indukan, apabila telur masih diangkrem, sebaiknya ditunggu hingga beberapa hari lagi. Bisa dibuang / dipecahkan dengan resiko kerugian kalau kalau Janin masih hidup.
Biasanya telur yang tidak menetas ini adalah butir butir telur terakhir, jadi jangan khawatir, beberapa telur tidak menetas juga sudah menjadi hal yang biasa, namun dapat ditangani semaksimal mungkin dengan mencegah faktor faktor diatas, antara lain :
  1. Siapkan makanan yang lebih banyak dari biasanya pada saat Love Bird kawin kawin dan angkrem 
  2. Siapkan makanan yang bervariasi seperti sayur dan biji bijian lain 
  3. Jangan terlalu sering membuka gowok untuk melihat telur karena akan membuat indukan merasa terancam 
  4. Kerodong sangkar agar indukan dapat konsentrasi dalam mengerami 
  5. Jaga kebersihan ruangan dan glodok Love Bird

Friday, August 10, 2012

Penyebab Burung Murai Batu Bakalan Sering Mati

SERING kita jumpai para penghoby MB mengeluh "Murai yang baru saya beli kemaren setelah dirawat 3 hari mati" atau malahan sudah dirawat sebulan dan sudah mulai bunyi tiba tiba mati tanpa sebab yang jelas.....
Untuk mengantisipasi hal-hal tersebut ada beberapa kiat masukkan untuk kita, sebagai berikut :

  1. MB baru hasil tangkapan hutan cendrung mempunyai tingkat strees yang sangat tinggiMengapa bisa demikian, tentu saja MB yang ditangkap dengan cara paksa (dijerat/di jaring bahkan dipancing dengan mata kail ikan) akan mengalami stress sewaktu tertangkap, ditambah lagi dengan kondisi kurung yang tidak bersih (sering terlihat di pedagang pedagang yang jorok) yang terkadang menyatukan semua MB bahan dalam satu kurung kecil kotor yang tentu saja akan menambah tingkat stress MB tsb apalagi jika didalam kurung tsb terdapat MB dewasa yang akan memicu semakin tingginya tingkat stress mb mb muda di dalamnya.
  2. MB tangkapan terlalu cepat dijual. ini yang sering kita jumpai para pedagang takut MB tangkapannya mati, sehingga begitu baru di dapat MB tsb langsung dijual ke pasar burung tanpa adanya proses rawatan dan adaptasi terlebih dahulu, sehingga MB tampak aktif dan lincah begitu kita pelihara dan bawa pulang barulah terlihat MB tsb mulai menunjukan gejala sakitnya.
  3. Perubahan lingkungan yang drastis dari hutan ke rumah. MB hutan terbiasa hidup liar dan bebas terbang begitu sampai ditangan kita MB tsb tentu saja akan semakin liar disebabkan dirinya dikurung dalam sangkar yang kecil sehingga MB akan sangat giras dan melupakan makanannya, jika ini terus berlanjut tentu saja kematian di ambang pintu.
  4. Suara bising, makin menambah tingkat stress. Jangan dianggap sepele dengan suara yang gaduh, bagi mb yang baru saja kita pelihara (MB bahan) suara gaduh hampir 70% memicu tingkat stress berlebih yang tentu saja mb yang biasa dengan suara suara tiupan angin dan suara burung burung hutan akan kaget dengan hadirnya suara suara asing baginya.
  5. Rawatan yang salah terhadap MB bahan. Point inilah yang sangat menentukan hidup dan matinya seekor mb ditangan sang perawat, jika kita salah dalam merawat akan fatal akibatnya baik dari segi makanan, sangkar, penempatan, gangguan dari luar, faktor kebersihan dan perubahan cuaca.
  6. Banyaknya penghoby yang ingin cepat cepat MB bahannya bunyi. Untuk MB bahan yang baru dibeli baik dari pasar burung maupun perorangan, kita jangan berharap MB untuk bunyi dulu buang jauh jauh keinginan ini, yang paling utama adalah MB mau makan saja itu sudah cukup.
  7. Terlalu berlebihan dalam merawat MB bahan. Merawat dengan serius tidak di salahkan namun berlebihan dalam merawat juga berdampak buruk terhadap MB, berlebihan yang seperti apa? yang saya maksud disini penghoby cendrung menerapkan rawatan MB bahannya sama dengan rawatan MB MB juara atau MB MB jadi... hal ini tentu saja salah, typikal MB bahan dan MB jadi tentu 100% berbeda... MB jadi biasa dimandikan 2 kali sehari pagi dan malam... tapi MB bahan tidak seperti itu coba saja mandikan malam saya yakin MB Bahan tsb akan cepat menemui ajalnya. atau MB jadi biasa di jemur 4 - 5 jam sehari maka MB bahan jangan sekali kali menjemurnya dalam waktu yang lama jika MB tsb belum bisa beradaptasi penuh, karena di alam jarang ditemui MB yang berjemur dalam waktu 4 jam tanpa henti.
  8. Kurang sabar dalam merawat Inilah point terakhir yang paling terpenting.. dalam merawat mb bahan mutlak kita harus memiliki kesabaran yang besar mulai dari menghilangkan strees MB bahan, pengaturan pakan, penjinakan, rawatan harian, penanganan mabung, sigap dalam mengatasi penyakit MB, pemasteran suara, proses belajar ngeriwik/bunyi dan Gacor (hasil akhir) semuanya tentu saja bukan dalam hitungan detik.. idealnya secara umum MB bahan yang dirawat dari nol hingga jadi (jinak, gacor dan duduk) akan kita dapat setelah proses ganti bulu/ mabung ditangan kita, berapa lama? kebanyakan 8 bulan MB MB hutan akan berganti bulu baru. bahkan ada yang 1 tahun, semuanya bervariasi.
Nah jika ada MB bahan yang baru dirawat 1 atau 2 bulan sudah menunjukan hasil sesuai yang kita harapkan.....INILAH PENGECUALIAN yang perbandingannya 1 : 10

Selanjutnya dengan adanya berbagai masalah diatas.... apa yang harus kita lakukan agar MB bahan/ MB baru tangkapan hutan bisa hidup dan berbunyi, semua ada di tangan kita sebagai perawatnya...

sumber : http://komunitasblacktail.blogspot.com/2012/01/penyebab-burung-mb-bakalan-baru-sering.html

Wednesday, August 8, 2012

Penilaian Postur Yorkshire

Jenis ini dikembangkan mulai tahun 1860 di Inggris, dalam sejarahnya juga merupakan kenari persilangan sehingga kriteria yang ideal untuk jenis ini juga mengalami beberapa perkembangan. 20 tahun kemudian mulai dikenal bentuk yang ideal dari Kenari Yorkshire ini, yaitu mempunyai panjang setidaknya 16 cm, postur tegak, bahu lebar dan bulat, sayap kokoh rapat menempel ke tubuh, kepala besar dan bulat, leher seakan rata dengan garis bahu sehingga terlihat lebih penuh menyatu sampai pangkal bahu. Mata agak menjorok kedalam diikuti pertumbuhan bulu alis yang melengkung disekitarnya. Bagian dada penuh, dimulai dari bagian bawah paruh diikuti bulu-bulu pendek lurus turun sampai dada. 

Perbedaan kriteria dalam memilih bisa kita pertimbangkan dengan pengalaman masing masing. Dan perlu digaris bawahi terlebih dahulu bahwa Yorkshire yang dilombakan dalam lomba postur biasanya adalah Yorkshire keturunan / anaknya. Jadi bisa dimaklumi mungkin ada sedikit perbedaan penilaian kalau kita memilih dan menyiapkannya sebagai burung induk.

Berikut di bawah ini adalah penilaian dalam lomba postur di Negara pengimport Yorkshire, sebagai bahan perbandingan 
  1. Posisi diam (25 poin): posisi 80 derajat terlihat tegak. Paha vertikal hampir tegak dan kaki kokoh lurus ke bawah. Tidak terlalu gesit dan dapat dipindahkan dengan mudah. 
  2. Bulu (25 poin): Lembut terawat, terlihat subur. Bulu leher mengembang tetapi rapat, Sayap kokoh dan kuat. Ekor menutup dengan terlihat beberapa bulu yang kuat dan tidak bercabang 
  3. Kepala (20 poin) : Kepala depan, samping kelihatan bulat penuh dengan diikuti tubuh serasi, mata sedikit tersamar dengan bulu alis, dan letaknya di tengah bulatan kepala samping. Paruh pendek,Leher menyambung sampai bahu sehingga terkesan menyambung langsung dari kepala sampai bahu
  4. Tubuh (10 poin): Bahu lebar dan membulat. Mulai dari bagian bawah paruh sampai sebagian dada atas terlihat penuh, bentuknya menyerupai wortel mengerucut sampai ke ekornya. Sebuah garis lurus terbentuk dari perut sampai ekor bawah. 
  5. Panjang (10 poin): Idealnya 16 - 17 cm. 6. Reputasi Umum (10 poin): Kebersihan, vitalitas, kesehatan dan warna yang asli

Bagi Teman - Teman Yang tidak Biasa Membaca Bahasa Indonesia Ini ada versi Inggrisnya bisa di Copy gambar berikut :


Tuesday, August 7, 2012

Membasmi Tungau Merah Pada Bulu Burung Kenari

Tungau Merah bentuknya seperti layaknya tungau padi namun berwarna merah dan kelihatan lebih besar dari tungau lain yang sering menyerang kenari. Tungau ini seakan badannya penuh dengan darah yang bening. Beberapa analisa menyebutkan tungau ini dengan julukan Kutu Penghisap Darah, yang saya tahu beberapa kasus kematian mendadak pada kenari setelah saya periksa ditemukan jenis tungau ini bergerombol pada satu tempat dan badannya gemuk seakan memang berisi darah. 

Beberapa pendapat juga meyakini bahwa tungau merah merupakan kutu yang paling berbahaya dan pecinta burung kenari wajib segera untuk membasminya. Tungau ini mampu membawa kematian dengan cepat dalam hitungan jam, karenanya beberapa gejala juga perlu kita waspadai. Banyak kejadian burung yang beberapa jam sebelumnya mampu bernyanyi indah tiba tiba mati, burung tiba tiba terjatuh dari tangkringan dan kelihatan lunglai. 

Mungkin pemilik boleh menafsirkan sendiri penyebab kematiannya, tetapi tidak ada salahnya kita waspada, kondisi seperti ini juga berlaku pada burung yang sudah terkena serangan tungau merah. Tungau ini diyakini bergerombol dan secara periodik menyerang bersama sama. Gejala yang mungkin kita kenali secara umum saat kenari kita mematuki bulu dengan tiba tiba, atau sering gelisah, kecenderungan ingin mandi saat melihat air ( meskipun malam hari ), bulu kusam dan perlahan tubuh kurus, ini merupakan gejala kutu pada umumnya. Untuk pencegahan dan pengobatan burung kenari yang terserang tungau merah, saya merujuk pada pengalaman om kicau.

A. Pencegahan:
  1. Pastikan bahwa semua burung kenari yang Anda miliki bebas kutu. Kalau membeli burung baru, pastikan semprot dengan larutan anti-kutu sebelum dicampur/dekatkan dengan burung lain. Terlebih lagi, jangan langsung dimasukkan ke karamba umum (karamba yang dipakai bareng bergantian dengan burung lainnya di rumah Anda). Kalau memang kutuan, air bekas mandi burung tersebut pasti meninggalkan telor/kutu yang bisa menular ke burung lain saat burung lain mandi di tempat tersebut.
  2. Bersihkan dengan menyemprot karamba yang habis digunakan oleh burung baru itu dengan obat anti kutu.
  3. Sama dengan masalah karamba, juga masalah kerodong. Jangan saling tukar kerodong dengan kerodong “burung asing”. Kalau dapat kerodong dari teman, pastikan juga dicuci bersih dan diobati anti kutu.
  4. Rutin cuci sangkar burung kenari Anda, tiap tiga hari sekali atau sepekan sekali ketika burung Anda dimandikan di karamba.
  5. Jemur. Penjemuran, selain bermanfaat untuk burung, juga bisa meminimalisasi pengembangbiakkan jamur dan kutu di luar tubuh burung.
  6. Hindari kondisi lembab untuk lingkungan burung. 
  7. Lakukan penyemprotan rutin dengan obat kutu atau antiseptik ke benda-benda yang berhubungan dengan burung.
B. Pengobatan:
  1. Sebelum melakukan pengobatan, pastikan burung kenari dalam kondisi sehat secara umum. Jangan melakukan pengobatan anti-kutu ketika burung sakit pilek dsb karena pada saat itu daya tahan burung sedang lemah. Dalam kondisi ini, kalau burung diterpa obat anti kutu dia akan mudah ngedrop karena obat kutu biasanya mengandung insektisida jenis tertentu yang bisa “memabukkan” burung.
  2. Memilih obat. (Obat kutu ada dua. Kimiawi dan non-kimiawi.) Kimiawi adalah obat-obatan yang dijual secara umum dengan nama/merek yang berbeda-beda. Bentuknya juga macam-macam. Ada yang cair, serbuk juga pasta. Obat yang non-kimiawi ada bermacam-macam, antara lain air rebusan daun sirih, air bekas cucian beras, air rebusan buah jambe (jarang dan sulit ditemukan) dll.
  3. Penggunaan
  • Untuk penggunaan obat kimiawi, baca aturan pakai yang tertera dalam kemasan dan ikuti secara disiplin. Jangan bereksperimen untuk menambah atau mengurangi dosis yang ditentukan kecuali Anda sudah memiliki pengalaman sebelumnya atau pernah mendapat informasi dari sumber/teman yang bisa dipercaya dan pernah mengaplikasikannya.
  • Untuk pengobatan secara non-kimiawi:
  • Air daun sirih: rebus 7-10 helai daun sirih dengan air sebanyak 1 liter (4 gelas ukuran normal). Setelah direbus sampai air berwarna hijau gelap (1 liter) diangkat dan didinginkan Air itu bisa disemprotkan ke burung secara merata dan usahakan benar-benar bisa masuk sampai ke bulub terdalam. Paling aman, burung dipegang dan dimandikan secara langsung di tangan sehingga air sirih merata membasahi bulu tanpa banyak mengenai mata burung (kalaupun kena juga nggak apa-apa asal tidak keterpa terus-menerus). Setelah dimandikan air sirih, jangan dibilas dulu sampai sekitar 1-2 jam (agar kutu dan telornya benar-benar “tahu rasa deh” hehehe).
  • Untuk air bekas cucian beras, gunakan sama dengan cara untuk air rebusan daun sirih. Sebenarnya, air cucian beras tidak bersifat racun tetapi bisa menembus lapisan lilin pada bulu burung. Artinya, dia hanya bersifat “merontokkan” /melepaskan “pegangan” telor dan kutu pada bulu burung. Dengan demikian, penggunaan air cucian beras harus dibarengi dengan upaya melepaskan kutu secara manual dari bulu (dengan cara ditekan dan seret bulu burung). Artinya, penggunaan air cucian beras bisa dikombinasikan dengan penggunaan air sirih sehingga pembasmian kutu benar-benar efektif.
Sumber : http://www.pesonakenari.com/2012/02/membasmi-tungau-merah-pada-bulu-burung.html

Monday, August 6, 2012

Tips Membuat Anis Merah Cepat Teler

Dengan Perawatan Rutin dan Penuh Kesabaran Faktor terpenting bahwa anis merah bisa teler adalah usia, kebanyakan anis merah jika dipelihara sejak trotol pada usia 8 bulan sudah bisa belajar teler. sebagian merah mania mengatakan bahwa teler pada anis merah itu sebuah karakter yang tidak bisa dibentuk jadi sudah dari sononya, tetapi ada juga yang mengatakan bisa dikondisikan melalui parawatan.

Karakter teler pada anis merah diyakini sebagai suatu tingkah laku (action) untuk menarik pasangan, dengan disertai melantunkan lagu-lagu yang merdu (berkicau)ketika anis merah mengalami masa birahi. jika benar, maka bisa dikatakan bahwa anis merah bisa teler jika dalam kondisi birahi, jadi tidak ada cara lain untuk memibikin anis merah agar bisa cepat teler kecuali memunculkan sifat birahinya.

Berbagai macam cara untuk meningkatkan birahi pada anis merah, tetapi secara umum bisa dikatakan bahwa perawatan rutin meliputi mandi jemur dan pemberian extra fooding adalah hal yang terpenting untuk mempercepat anis merah agar cepat teler.

1. Mandi Jemur
Anis merah adalah jenis burung dari habitat yang relatif bersuhu dingin jadi mandi merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditinggalkan untuk memelihara bulu agar selalu cantik dan sebagian besar merah mania mengatakan bahwa mandi bisa mengurangi birahi dan bikin kerja anis merah lebih stabil. mengenahi porsi mandi bisa 1 atau dua kali sehari, pagi dan sore/ malam tapi kebanyak merah mania memandikan merahnya di malam hari dengan alasan masing-masing. setiap pagi burung di keluarkan (diembunkan) sampai terbit sinar matahari dilakukan penjemuran, dilakukan secara rutin maksimal 2 jam atau bisa disesuaikan dengan kebiasaan, penjemuran sangat diperlukan oleh semua makhluk hidup termasuk jenis unggas karena dengan dijemur antara 7:00 - 9:00 sangat bermanfaa bagi burung untuk memperlancar metabolisme, kalau metabolisme bagus dimungkinkan burung menjadi lebih sehat.

2. Extra Fooding
  • Jangkrik. kicau mania beranggapan bahwa jangkrik dapat meningkatkan power, jadi jangkri mutlak diberikan. mengenai porsi bisa diberikan 2-3 ekor pagi dan sore tapi itu tergantung masing-masing burung pada intinya bagaimana agar anis merah mampu bekerja secara maksimal dengan porsi jangkring yang pas.
  • Kroto. Kroto diberikan agar burung menjadi lebih sehat sehingga rajin bunyi, karena kroto mengandung protein tinggi yang relatif mudah dicerna sehingga sebagian besar merah mania merekomendasikan pemberian kroto walaupun dengan porsi yang berbeda-beda. secara umum kroto diberikan hanya 1 sendok bisa pagi atau sore, bisa tiap hari atau dua hari sekali, ada juga yang pemberian kroto hanya dilakukan menjelang turun lomba saja.
  • Cacing. dihabitat aslinya anis merah suka makan cacing sehingga pemberian exfood berupa cacing banyak dilakukan oleh para merah mania, menurut sebagian besar merah merah mania cacing bisa bikin anis merah betah teler (tancep). mengenai porsi antar merah merah mania berbeda tergantung kebiasaan, ada yang memberikan exfood cacing hanya sesaat menjelang naik gantangan dan ada juga yang menjadikan cacing sebagai menu utama harian.
  • Ulat Hongkon. Ulat Hongkong banyak digunakan oleh merah mania sebagai pendongkrak stamina agar anis merah lebih fight dalam bertarung di atas gantangan, kebanyakan merah mania menggunakan ulat hongkong hanya saat menjelang turung lomba atau sesaat sebelum naik gantangan, tetapi ada juga yang menjadikan ulat hongkong sebagai menu harian, semua tergantung dari kebiasaan.
jika merah mania melakukan perawatan secara rutin dan penuh kesabaran bisa juga menerapakan cara perawatan seperti di atas, maka dimungkinkan anis merah akan bisa mencapai tingkat birahi yang maksimal dan akan bisa membikin anis merah anda jadi rajin bunyi dan teler (action) untuk menarik pasangannya.

Thursday, August 2, 2012

Tips Mengatasi Cendet Stress dan Over Birahi

Ciri ciri burung cendet over birahi :
  • Terlalu banyak bergerak, bisa jadi salto atau sekedar loncat kiri loncat kanan.
  • Bila melihat burung lain maupun sejenis seakan mau menerkam dan mengejar ngejar
  • Burung yang bisanya ngoceh jadi tidak mau ngoceh karena asik loncat ke kiri dan loncat ke kanan
  • Di dekati manusia langsung menyambar dan terlihat lebih galak dari biasanya

Cara penanganannya/merawatnya :
  • Kurangi makanan tambahan (EF) Jangkrik, kroto, ulat hongkong dan sejenisnya
  • Lebih sering dimandikan pagi,  siang, sore dan malam hari
  • Tambahkan Cacing dalam menu makanannya untuk meredam birahi

Ciri Ciri burung Cendet Stress/Ketakutan :
  • Burung akan sering loncat ke kiri dan kekanan
  • Burung suka salto bin muter muter terutama bila melihat yang ditakuti akan semakin ganas untuk terbang jauh
  • Burung suka memutar mutarkan ekornya
  • Hanya bunyi toet toet toet... tet tet tet tet
  • Tidak mau berkicau karena sibuk dengan niatnya untuk kabur sebab ketakutan

Cara penanganan/mengatasinya :
  • Mengatasi burung ini butuh kejelian karena kita butuh meningkatkan mentalnya agar tidak takut dan apa yang ditakutkannya memang tidak berbahaya. Misalnya melihat mobil bergerak, suara mesin dll
  • Karena lingkungannya berubah burung  butuh beradaptasi karena itu bantu dia untuk beradaptasi, bukankan dia sudah tidak takut dengan manusia, jadi saat dia ketakutan dekati dia, rayu dia, beri dia makanan kesukaan, goda dia dengan tangan atau siulanmu. Dampingi saat dia menjumpai apa yang dia takuti.
  • Masalah ketakutan hanya masalah kebiasaan saja, jadi jangan dijauhkan dari apa yang ditakutinya. Ajak dia bersama sama maka lama kelamaan akan terbiasa dan tidak takut.
  • Pemberian EF berlebihan terkadang bukan solusi yang tepat, karena burung bisa over birahi. 
  • Sebaiknya pemberian EF diatur saat dia ketakutan untuk merayunya agar tidak takut lagi.
  • Pemberian EF sewajarnya saja jangan ditambahi porsinya.
  • Pemulihan stamina bisa menambahkan air minumnya dengan vitamin burung atau multivitamin manusia dengan takaran porsi burung
  • Biarkan burung dekat dengan yang ditakutinya, namun perlu dipantau bila sekiranya berbahaya maka lebih baik dijauhkan dan dicoba lagi dilain hari. Jangan dipaksakan, apalagi sampai burung nabrak nabrak jeruji yang mengakibatkan burung terluka.

sumber : http://infoting.blogspot.com/2012/01/ciri-ciri-cendet-stress-dan-over-birahi.