Pages

Ciblek Ilalang (Cininin)

Ciblek Ilalang (Cininin), begitulah orang menyebutnya. Burung jenis ini merupakan salah satu pendatang baru yang telah meramaikan dunia kicau mania saat ini.

Membedakan Lovebird Jantan dan Betina

Banyak para penjual/peternak burung Love bird sudah menjual burunganya pada usia 3 bulan alias masih anak-anak agar kalian tidak tertipu berikut cara membedakan jenis kelamin love bird yang termasuk pekerjaan gampang-gampang susah.

Membedakan Jenis Kelamin Murai Batu

Pada dasarnya membedakan jenis kelamin murai batu tidak jauh berbeda dengan membedakan jenis kelamin jalak suren ataupun membedakan jenis kelamin cucakrawa. Berikut cara membedakan jenis kelamin murai batu.

Jenis Burung Kenari

Burung kenari ini merupakan hasil persilangan burung kenari lancashire dan burung kenari belgia. Bentuk burung ini

Menentukan Jenis Kelamin Cucak Hijau

Pecinta cucak ijo di seluruh nusantara tentu paham betul bahwa untuk membedakan cucak ijo jantan dan betina pada usia dewasa tidaklah sulit. Pendapat ini bukan mengada-ada mengingat ciri-ciri cucak ijo jantan dewasa sangat kontras

Showing posts with label Bebas. Show all posts
Showing posts with label Bebas. Show all posts

Friday, June 14, 2013

Waspada Snot Dimusim Hujan

Kalau saya perhatikan cuaca akhir-akhir ini tidak menentu pada saat tarik matahari bisa tiba-tiba hujan, kondisi seperti ini berakibat perubahan cuaca yang cukup dratis… dari kondisi panas langsung berubah dingin. Dengan perubahan cuaca yang drastic sangat rentang bagi kenari yang mempunyai stamina kurang baik.

Pada musim seperti sekarang ini berbagai penyakit mengancam burung kenari, kalau kita tidak hati-hati menjaga kebersihan dan stamina kenari bisa berakibat patal. Salah satu penyakit yang mengancam burung kenari adalah penyakit snot… Snot atau Coryza ini di sebabkan oleh bakteri yang bernama Haemophillus gallinarum . Bakteri ini tumbuh subur pada saat perubahan musim dan kebanyakan penyakit snot ini terjadi di daerah tropis.

Sebetulnya masalah penyakit snot di burung kenari ini masih abu-abu ada yang bilang penyakit snot burung kenari beda dengan penyakit snot pada ayam dan ada yang bilang penyakit snot burung kenari sama dengan penyakit snot ayam. Saya tidak mau terlibat silang pendapat yang paling utama yaitu penyakit Snot sangat berbahaya bagi burung kenari, jika terserang snot burung kenari susah disembuhkan kembali.. Penyembuhannnya lama dan membutuhkan ketelatenan si peternak.

Ciri-ciri terkena penyakit snot
  • Burung kenari terlihat lesu (ngantuk)
  • Mata berair
  • Sering menggesek-gesekan paruh ke tangkringan
  • Muka dan mata terlihat bengkak
  • Burung kenari tidak napsu makan akibatnya lama kelamaan menjadi kurus
Pengobatan
Ketika burung kenari terjangkiti penyakit snot, tindakan yang paling utama adalah memisahkan kenari tersebut dari burung kenari lainnya… perlu diketahui penyakit snot ini cepat menjalar ke burung kenari lainnya. Penyebaran penyakit ini dapat melalui kontak langsung, udara, debu, pakan, air minum dan peralatan yang digunakan. Pemberian obat anti biotik secara teratur 3X sehari. Pemberian multivitamin untuk menjaga stmina burung kenari dan meningkatkan napsu makan. Terakhir menjaga kebersihan kandang. Tangkringan, tempat minum dan tempat makan merupakan media perantara terjangkitnya penyakit snot, ke tiga perangkat tersebut harus dibersihkan minimal 2 hari sekali.Alas kotoran menggunakan kertas bekas/Koran bekas 2 hari sekali kertas alas diganti.

Pencegahan

Semua penyebab timbulnya penyakit adalah karena sangkar dan perangkatnya kotor. Saya suka melihat ada hobis yang membiarkan kotoran burung kenari di alas sangkar sampai menumpuk. Kotoran yang menumpuk ini rawan terhadap bibit penyakit juga udara dilingkungan sangkar kurang kondusif, bau dari kotoran & pakan yang membusuk menyebar ke sekitar kandang. Seperti kita ketahui orang senang memelihara burung kenari karena bersih, warna yang beragam serta suaranya yang bagus. Burung kenari yang bersih ini jika pemeliharanya jorok akhirnya terlihat kotor dan bau.

Untuk mencegah timbulnya penyakit sangkar beserta perlengkapannya harus bersih, sangkar maksimal 2 minggu sekali di cuci, tangkringan paling lama seminggu sekali dicuci kalau ingin lebih praktis tangkringan dilebihkan 1 sehingga tangkringan bisa diganti. Makanan dan air minum diganti setiap hari jangan lupa tempat makan dan minumnya di cuci setiap ganti pakan atau air

Friday, August 24, 2012

Flu Burung adalah .....

Flu burung (bahasa Inggris: avian influenza) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang biasanya menjangkiti burung dan mamalia.

Sumber penularan
Penyebab flu burung adalah virus influenza tipe A yang menyebar antar unggas. Virus ini kemudian ditemukan mampu pula menyebar ke spesies lain seperti babi, kucing, anjing, harimau, dan manusia.Virus influenza tipe A memiliki beberapa subtipe yang ditandai adanya Hemagglutinin (H) dan Neuramidase (N). Ada 9 varian H dan 14 varian N. Virus flu burung yang sedang berjangkit saat ini adalah subtipe H5N1 yang memiliki waktu inkubasi selama 3-5 hari.

Cara penularan
Burung liar dan unggas domestikasi (ternak) dapat menjadi sumber penyebar H5N1. Di Asia Tenggara kebanyakan kasus flu burung terjadi pada jalur transportasi atau peternakan unggas alih-alih jalur migrasi burung liar.

Virus ini dapat menular melalui udara ataupun kontak melalui makanan, minuman, dan sentuhan. Namun demikian, virus ini akan mati dalam suhu yang tinggi. Oleh karena itu daging, telur, dan hewan harus dimasak dengan matang untuk menghindari penularan. Kebersihan diri perlu dijaga pula dengan mencuci tangan dengan antiseptik. Kebersihan tubuh dan pakaian juga perlu dijaga.

Virus dapat bertahan hidup pada suhu dingin. Bahan makanan yang didinginkan atau dibekukan dapat menyimpan virus. Tangan harus dicuci sebelum dan setelah memasak atau menyentuh bahan makanan mentah.

Unggas sebaiknya tidak dipelihara di dalam rumah atau ruangan tempat tinggal. Peternakan harus dijauhkan dari perumahan untuk mengurangi risiko penularan.

Tidak selamanya jika tertular virus akan menimbulkan sakit. Namun demikian, hal ini dapat membahayakan di kemudian hari karena virus selalu bermutasi sehingga memiliki potensi patogen pada suatu saat. Oleh karena itu, jika ditemukan hewan atau burung yang mati mendadak pihak otoritas akan membuat dugaan adanya flu burung. Untuk mencegah penularan, hewan lain di sekitar daerah yang berkasus flu burung perlu dimusnahkan.dan dicegah penyebarannya.

Gejala dan perawatan
Gejala umum yang dapat terjadi adalah demam tinggi, keluhan pernapasan dan (mungkin) perut. Replikasi virus dalam tubuh dapat berjalan cepat sehingga pasien perlu segera mendapatkan perhatian medis.

Penanganan medis maupun pemberian obat dilakukan oleh petugas medis yang berwenang. Obat-obatan yang biasa diberikan adalah penurun panas dan anti virus. Di antara antivirus yang dapat digunakan adalah jenis yang menghambat replikasi dari neuramidase (neuramidase inhibitor), antara lain Oseltamivir (Tamiflu) dan Zanamivir. Masing-masing dari antivirus tersebut memiliki efek samping dan perlu diberikan dalam waktu tertentu sehingga diperlukan opini dokter.

Awal wabah

Awal wabah pada peternakan di dunia yang telah dikonfirmasi sejak Desember 2003.
Wabah flu burung juga melanda benua Afrika. Pada 8 Februari 2006, OIE mengumumkan Nigeria sebagai negara pertama yang memiliki kasus positif flu burung di benua itu. Dua pekan kemudian, virus H5N1 ditemukan di sebuah desa kecil di Niger, sekitar 72 km dari perbatasannya dengan Nigeria. Virus ini juga menyebar ke Mesir dan Kamerun.
Desember 2003Korea SelatanH5N1
Januari 2004VietnamH5N1
ThailandH5N11
Korea UtaraH5N1
JepangH5N1
LaosH5
KambojaH5N1
PakistanH7
TaiwanH5N2
HongkongH5N11
Februari 2004VietnamH5N1
IndonesiaH5N11
Korea UtaraH5N11
JepangH5N11
RRCH5N11
Amerika SerikatH2N2,H5N2,H7N2
Maret 2004VietnamH5
KanadaH7N31
April 2004ThailandH51
Agustus 2004MalaysiaH5N1
Afrika SelatanH5N2
April 2005Korea UtaraH7
Juni 2005JepangH5N2
Juli 2005FilipinaH5
RusiaH5N11
Agustus 2005KazakhstanH5
MongoliaH5N11
Oktober 2005RumaniaH5
TurkiH5N11
KroasiaH5N11
November 2005VietnamH5N11
Keterangan 1 - Flu burung patogenik tinggi (Highly Pathogenic Avian Influenza) (HPAI)
(Sumber: http://www.info.gov.hk/info/flu/eng/global.htm)

Flu Burung apa itu ....?

Penyakit flu burung atau flu unggas (avian influenza) yaitu penyakit yang disebabkan oleh virus influenza yang ditularkan oleh unggas seperti ayam, bebek, burung, angsa, kalkun dan unggas sejenisnya.

Walaupun penyakit flu burung adalah penyakit pada hewan (zoonosis). Tetapi, pada perkembangannya virus yang menjadi sebab penyakit ini mengalami perubahan pada struktur genetiknya atau dengan kata lain mengalami mutasi, yang mengakibatkan virus ini dapat menular kepada manusia. Flu burung dapat menimbulkan pandemi dalam 2-3 tahun. 

Pada hewan unggas piaraan, infeksi oleh flu burung menyebabkan timbulnya dua bentuk penyakit, yaitu bentuk low pthogenic (kurang ganas) dan high pathogenic (ganas)

Thursday, August 23, 2012

Mabung

Mabung atau dikenal juga dengan sebutan ganti bulu merupakan proses yang terjadi secara alami pada semua jenis burung dalam menghadapi perubahan kondisi lingkungan dan masa umur burung.

Penyebab utama mabung belum diketahuai secara menyeluruh, tetapi menurut beberapa pehobi burung, mabung terjadi karena perpaduan antara usia, lama cahaya matahari menyinari burung tersebut, tingkat hormon, dan aktivitas burung. 

Mabung pada kenari umumnya terjadi sekitar selama satu bulan, tergantung karakter burung kenari tersebut. 

Burung pada umumnya mempunyai frekuensi mabung sekali dalam setahun. Dan ada beberapa burung yang mabung dua kali dalam satu tahun. Bahkan beberapa burung paruh bengkok jenis besar mempunyai frekuensi mabung dua tahun sekali.

sumber : burungkenari.com

Monday, August 13, 2012

Ring Burung Import Menunjukkan Negara Asal


Kode NEGARA pada Ring Kenari Import
JERMAN :
DKB : Deutscher Kanarie und Vogelzüuchter-Bund e.V.
AZ : Vereinigung für Artenschutz, Vogelhaltung und Vogelzucht e. V.
VZE : Vereinigung für Zucht und Erhaltung einheimischer und fremdländischer Vögel

AUSTRIA :
OKB : Österreichischer Kanarienzüchter und Vogelliebhaberbund.
ROK : Rassezucht österreichischer Kleintierzüchter.

BELGIA :
AOB : Koninklijke Algemene Ornithologische Bond van België
A.Vi.Bo : Algemene Vinkeniers Bond Aviornis International
B.G.C : Belgische Grasparkietenclub
B.P.C : Belgische Postuurkanarie Club Club Belge de canaris de posture 
B.V.A : Belgische Vereniging Agapornieden
B.v.L.L : Belgische Vereniging van Lori’s en Loriculus
F.O.W : Fédération Ornithologique Wallonne
K.B.F.K : Koninklijke Belgische Federatie van Kanarieliefhebbers
K.B.O.F : Koninklijke Belgische Ornithologische Federatie
K.B.S : Koninklijke Belgische Samenwerking
F.R.B : Fédération Royale Belge de coopération
K.E.V : Kweekgroepen Europese Vogels
K.N.B.B : Koninklijke Nationale Bond van Belgie voor Waterslagers
P.F : Parkietenfederatie
W.P.C : West-Vlaamse Parkietenclub

BOSNIA-HERCEGOVINA
BH : Savez Uzgajivaca Ptica Bosna i Hercegovina

BRASIL :
FOB : Federaçao Ornitógica do Brasil

BULGARIA : 
BG : Association Bulgare d’Oiseaux Décoratifs

CANADA :
A.E.O.M : Canada Association des Eleveurs d’Oiseaux de Montréal

CHILI  :
SOCH : Sociedad Ornitologica Chilena

CHYPRUS :
Cyprus Canary Association

COLOMBIA :
FOC : Federacion Ornitologica Colombiana
A.C.R.O.C : Asociacion de Canaricultores y Ornitofilos de Colombia

KROASIA :
HR : Harvatski Ornitoloski Savez

CUBA :
A.N.O.C. : Asociacion Nacional Ornitologica de Cuba

DENMARK :
JFKK : Jydsk Fynsk Kanarieklub
DKX : Dansk Kanarieopdrætter Klub
DZK : Dansk Zebrafinke Klub

SPANYOL :
E2 : Federación Ornitológica Cultural y Deportiva Española (F.O.C.D.E.)
E3 : Federación Ornitológica Española. (F.O.E.)
E4 : Federación Ornitológica Catalana Cultural Deportiva (F.O.C.C.D.).
E5 : Federación Balear de Ornitologia (F.B.O.)
E6 : Federación Ornitológica Regional Catalana (F.O.R.C.)
E7 : Federación Ornitológica Comunidad Valenciana (F.O.C.VA.)
E8 : Federación Ornitológica Andaluza (F.O.A.)
E9 : Federación Ornitológica Regional Gallega (F.O.R.G.).
E10 : Federación Ornitológica Comunidad de Madrid (F.O.CO.MA.)
E11 : Federación Ornitológica Comunidad Murciana (F.O.C.M.)
E12 : Federación Ornitológica Comunidad Castilla la Mancha (F.O.C.C.MA.)

PERANCIS :
UOF : Union Ornithologique de France
FFO : Fedération Français Ornithologique
CDE : Club des Exotiques

INGGRIS / GREAT BRITTAIN :
IOA : International Ornithological Association COM GB
BBC : British Bird Council
CCBA : Canary Colour Breeders Association
LCA : Lizard Canary Association of Great Britain
CCC : Crested Canary Club
WFS : Waxbill Finch Society

GRÈCE :
EOO : Greek Ornithological Federation
FOP : Panellinia Omospondia Ornithologias

HONGARIA :
MDOSZ : Magyar Díszmadártenyésztõk Országos Szövetsége  
Confédération Nationale des Eleveurs d’Oiseaux d’Agrément Hongrois

IRLANDIA : 
EAO : Eire Ornithological Association COM Ireland

ISRAEL :
ILF : Israel Federation of Bird Breeders

ITALIA :
FOI : Federazione Ornicoltori Italiani
LUXEMBOURG : Fédération Luxembourgeoise d’Ornithologie

MACEDONIA :
OFM : Ornitoloska Federacija na Makedonija

ARGENTINA :
FOA

MALTE ( Malta ) :
BBA : Birds Breeders Association
MLT : Malta Cage Birds Association

BELANDA :
BEC : BEC (Belangenbehartiging Europese Cultuurvogels)
PS : Parkieten Societeit
NB : NBvV Nederlandse Bond van Vogelliefhebbers
AB : ANBvV Algemene Nederlandse Bond van Vogelhouders

PERU :
FOPE

POLANDIA :
P.F.O. : Polskiej Federacji Ornitologicznej

PORTUGAL :
FNP : Federacao Ornitologica Norte Portugal (FONP)
FPO : Federacao Portuguese Ornitologica (FPO)

SERBIA :
SRB : Savez organizacija za zastitu i odgoj ptica Srbija & Crna Gora

SLOVAKIA :
Slovensky Zväz Chovatelov Ustredny Vybor

SLOVÉNIA :
SLO : Z.D.V.V.P. Slovenije

SWISS :
CH

TCHÉQUIE ( Czechia ) :
ÈSCH : Èesky Svaz Chovatelu

TURKI :
The Canary & Cage Birds Federation

URUGUAI :
ACRU : Associacion Canaricultores Rolle

TAMBAHAN UMUM :
AAC : The Avicultural Advancement Council of Canada
AGY : Aviario Garcia Yonte
AKC : All Kyshu Canary Club  
ANB : Algemene Nederlandse Bond waterslager
ANS : AMERICAN NORWICH SOCIETY
AOB : Algemene Ornithologische Bond van Belgie
APA : Pan American Canary Culturists
ASC(AS) : American Singers Club
AWS : The American Waterslager Society
BB : mustache parrot
BFBS : The Budgerigar and Foreign Bird Society
BPC : Belgische Postuurkanarie Club
BS : red canary
CA : Central States Association
CAS : Cyprus Avicultural Society
CCA : Cyprus Canary Association
CCC : Columbia Canary Club
CCH : Chris Hardwick
CFA : International Columbus Fancy Society
CFS : Canary and Finch Society(Huston)
COM-USA : COM-USA Inc.
CS : Central States Roller Canary Association
CT : la royal canaria de tourises
DA : Dominion Roller canary Association
DAS : Durham Avicultural Society
EZ : CLUB MALINOIS VALENCIA
FBA : Florida Breeders Association
FCF : FLORIDA CANARY FANCIERS
FIS : Fife Fancy Improvement Society - Australia
FL : white/grey with yellow crest
GC : Greater Chicago Cage Bird Club
HC : Hokkaido Canary association
HCC : Hashimoto Shichoen
HCF : Honolulu Canary and Finch Club
ICA : INTERNATIONAL CANARY ASSOCIATION
IFC : International Fife Club
IGBA : International Gloster Breeders Association
ISM : Internationale Studieclub Mozaieken
JIR : Japan International Roller Canary Association
JRC : Japan Red Canary Association
KBF : Royal Belgian Federation of Canary Lovers
KCC : Kings County Canary Club
LSC : Lone Star Canary Club
MO : Blue Gold Macaw 

Sumber : kenari indonesia

Sunday, July 29, 2012

Kesalahan Dalam Penanganan Burung Sakit


Anda menjemur burung sakit di bawah sinar matahari dan juga diangin-anginkan? Jika iya, maka itu adalah salah satu contoh kesalahan fatal penanganan burung sakit. Kesalahan dalam penanganan burung sakit umumya tidak kita sadari. Hal itu bisa kita maklumi karena referensi penanganan burung sakit masih terbatas. 
Bahkan produsen obat yang berani menjamin “BURUNG SAKIT PASTI SEMBUH” tidak pernah menjelaskan bagaimana proses penyembuhan burung sakit karena yang penting obatnya laku.

Burung sakit bisa sembuh dengan beberapa syarat. yakni:
1. Tepat diagnosa
2. Tepat obat
3. Tepat dosis
4. Tepat cara pemberian obat
5. Tepat penempatan.


Jika ada di antara faktor itu tidak tepat, biasanya ya tidak maksimal proses penyembuhannya. Bahkan dalam beberapa kasus, menyebabkan burung cepat mati. Mengapa? Berikut ini penjelasannya:
1. Tepat diagnosa
Banyak kesalahan dalam diagnosa burung sakit yang menyebabkan proses penyembuhan gagal. Burung matanya bengkak dan berair misalnya, sering dianggap sebagai semata-mata terjadi infeksi di bagian mata. Dan karenanya hanya diberi obat tetes mata atau salep anti-infeksi mata.


Padahal, mata bengkak dan berair juga salah satu indikasi penyakit snot, yakni terjadinya infeksi di saluran pernafasan atas yang menyebabkan adanya lairan nanah ke arah mata sehingga mata bengkak. Ketika mata membengkak terjadilah infeksi sekunder di mata ditandai dengan peradangan dan mata berair.
Jika penanganan hanya dilakukan menggunakan obat anti iritasi mata atau anti bengkak, maka infeksi di saluran pernasafan atas terabaikan. Burung tidak akan pernah sembuh dan tentunya burung akan mati. 


2. Tepat obat
Setelah diagnosa dilakukan, maka pemilihan obat menjadi “PR” berikut. Untuk referensi masalah tepat obat ini, silakan ditengok lagi artikel: Ketika antibiotik pun angkat tangan hadapi penyakit burung, Anda mau bilang apa?


Singkat kata, jangan pernah menggunakan obat yang tidak tepat peruntukannya. Misalnya obat untuk ayam, maka dalam banyak kasus tidak tepat untuk burung. Juga, TIDAK ADA satu jenis obat yang bisa menyembuhkan segala jenis penyakit burung.
3. Tepat dosis
Ketidaktepatan dosis dan lama pemakaian obat, misalnya antibiotik, bisa menyebabkan burung tidak sembuh-sembuh, atau bahkan burung jadi resisten. Jangan karena tergesa-gesa burung segera sembuh, pemakaian dinaikkan dari dosis yang tertulis dalam brosur penggunaan obat.


4. Tepat cara pemberiannya
Banyak burung yang mati justru ketika sedang dipegang untuk diobati. Mengapa ini terjadi? Sebab, burung dalam kondisi drop, jika dipegang akan seperti tersentak karena tidak punya labirin dan hal ini bisa menyebabkan kematian.


Untuk itu, usahakan pemberian apapun supaya masuk ke dalam pencernaan burung tidak dengan cara dipegang. 
5. Tepat penempatan
Burung sakit harus disendirikan. Dikerodong dan diberi lampu di dalamnya sebagai penghangat. Burung sakit memerlukan udara hangat agar tidak semakin buruk kondisinya. Meski burung memerlukan panas, jangan pernah menjemur burung sakit. Sebab dengan penjemuran, biasanya dia akan terkena terpaan angin. Kondisi ini menyebabkan demam pada burung semakin parah.


Coba kita sendiri kalau sedang sakit. Meskipun kita menggigil, kita tidak akan merasa nyaman dengan berjemur. Kadang tulang terasa semakin ngilu, apalagi pas bersamaan dengan itu ada angin semilir di dekat kita. Demam tidak kunjung turun.
Perlu diingat pula, burung sakit jangan pernah dicampur satu ruangan dengan burung sehat. Sebab, burung yang sehat bisa tertular.
SESAMA BURUNG SAKIT pun jangan dicampur. Mengapa? Sebab, burung secara individual mengalami fase penyakit yang berbeda-beda. Jika burung sakit yang sudah dalam proses pengobatan kita campur dengan burung yang baru saja jatuh sakit, maka burung yang sudah dalam proses pengobatan bisa “tertular” lagi oleh virus yang masih ganas dari burung yang baru saja jatuh sakit. Pisahkan masing-masing di sangkiar berkerodong dan berlampu. Sendiri-sendiri.
Sumber : Omkicau.Com